Dalam degupan dan goncangan
kencang jantung ini,
ku ungkap bait kata dalam menghurai
kecelaruan minda,
sukar nak diluah dalam bicara,
namun mudah sekali
ditafsir dengan mata pena...
Izinkan aku abah...
Izinkan aku untuk merasa
beratnya bebanan pada bahumu,
izinkan aku merasa betapa bernilainya
jernihan keringat yang membasahi wajah itu,..
izinkan aku mengesat cengkung wajah itu,
tatkala jernihan keringat membasahi mu....
Izinkan aku ibu...
izinkan aku melakar senyummu lagi,
menghalau setiap sepi yang bertandang
di sudut hati...
izinkan aku sekali lagi
dalam dakapanmu seperti dahulu..
merasa setiap belaian kasih jua rindu..
izinkan aku menjadi yang pertama
di hatimu..
Izinkan aku sahabat..
izinkan aku memimpin tanganmu,
tatkala kau jatuh...
dan izinkan aku
berpaut padamu tatkala aku rebah,
izinkan aku menjadi tempat
buatmu berkongsi suka dan duka,
izinkan aku menjadi yang terbaik buatmu....
Izinkan aku kekasih...
izinkan aku melunas cinta,
menghubung rindu dua jiwa,
semarak kasih kita bersama...
izinkan aku kekasihku,
izinkan aku menjadi yang halal buatmu
selamanya....
Izinkan aku selamanya..
menggalas setiap bebanan ayahanda..
izinkan aku selamanya..
mengusung rindu buat bonda..
izinkan aku selamanya..
menjadi sahabat dalam suka dan duka..
izinkan aku selamanya..
membawa cinta pada miliknya...
izinkan aku selamanya...