Kerana Mereka Permata Insyirah

Sunday, March 24, 2013

Seindah gelarnya 'Permata Insyirah',
penyeri tawa setiap yang memandang,
penghibur duka setiap yang bertandang,
dengan nakal keanakan,
dengan kasih sayang dan
ciuman belaian.
Ya, mereka benar benar,
Permata Insyirah,
permata yang jarang sekali
merasa kesenangan,
jarang sekali dibelai pelukan
keibuan,
namun mereka
permata kelegaan hati
si pemandang-Insyirah.

Kepala ini pernah jatuh
terlena di pangkuan keibuan,
badan ini pernah selesa dikendong perasaan
kebapaan,
namun, pernahkan permata ini
merasa secebis nikmat kekeluargaan,
aku pinjamkan ribaan ini
buat lena si permata,
aku pinjamkan pelukan ini
buat dakapan si permata,
aku pinjamkan kekuatan ini
buat mendokong dan mengundang tawa
anak anak permata.

Saat anak anak kecil lain berhibur,
bersenda disamping keluarga,
permata ini juga mampu tersenyum
dengan keikhlasan insan insan
yang tidak lokek berkongsi rezeki tuhan,
alangkah besar ganjarannya,
bibir ini masih mampu tersenyum
untuk anak anak permata,
walau sesekali mutiara mata mengalir kesedihan,
disembunyi hiba untuk gembira si permata.

Bukankah yang namanya permata itu berkilau???






















Rumah Anak-Anak Yatim Permata Al-Insyirah Kuantan
LOt 2/11478, PerKampungan Sungai Isap 2, Jalan Gambang , 25150 Kuantan



Setiap sumbangan cek hendaklah ditulis atas nama
Permata Al-Insyirah BANK ISLAM 06082010002562

Jika ada sebarang pertanyaan, undangan ke majlis atau sumbangan boleh hubungi :
Haji Jamaludin Bin Mohd Saleh - 013-9282004
Ustaz Hamdan Yusi Bin Yusuf - 013-9388044
Ustaz Abas Bin Dolah - 013-9226141
Ustaz Zahir Shah Bin Zahid Shah - 019-9898900

Alhamdulillah

Thursday, January 3, 2013

Assalamualaikum.... tiada kata yang dapat mengambar suka bila hati dirundum gembira. perkara normal la kan...cuma Alhamdulillah berulangkali bibir mengetap, memanjat syukur di atas kurniaan akal yang sihat serta minda yang x pernah putus dengan ilham. setelah lamanya menunggu, akhirnya berkunjung tiba, bagai pungguk yang setia merindu bulan namun bukan bagiku menjadi hiba, kerana padi yang ditanam menjadi beras bukan usang berbunga lalang. sempena menyambut kemerdekaan yang ke 55 baru2 ini, Universiti Malaysia Pahang telah menganjurkan sayembara penulisan pantun 6 kerat bagi menggarap bakat bakat bakal engineer dalam bidang penulisan dan sastera melayu...so, bagai orang mengantuk disorongkan bantal, sudah bekas berisi air masakan dicurah begitu sahaja. aku pon hantar la 2 puisi yang aku buat n the result is i got 4th place..hoho.. tahon lepas tempat pertama, RM1500 kot dapat, thon ni keempat dpt RM250 jer..tp still valuable ok... bukan senang nak dapat duit skrang ni..hehehhe...so terimalah....

Doa Buat Malaysia

Rapi anyamnya sarang lelabah,
Terbang kumbang tersangkut kakinya,
Jangan diharap dapat berlalu,
Dari Perlis sampai ke Sabah,
Tanah subur kaya buminya,
Negara aman bersatu padu.

Jika terbang si kupu kupu,
Pasti singgah di pohon bidara,
Bertenggek pula di tepi titi,
Jika dulu Tanah Melayu,
Kini Malaysia setelah merdeka,
Pesat mambangun serata negeri.

Kuning kuning padi kami,
Tumbuh subur di petak sawah,
Datang pipit bersarang pula,
Aman damai Negara kami,
Sudahlah bebas dari penjajah,
Hendaknya kekal selama lamanya.

Tumbuh menjalar duri semalu,
Terjerat kaki tersadung pula,
Boleh diambil dibuat tali,
55 tahun masa berlalu,
Teguh berdiri di mata dunia,
Mencipta nama mengharum pertiwi.

Mudik ke hulu mengidam sepat,
Turun menjala di lubuk haruan,
Dapat pula si anak kelisa,
Tanah kebanggaan jutaan rakyat,
Hasil juangan sekalian pahlawan,
Jangan pula di sia sia.


MANA HILANGNYA PERWIRA???

Tinggi menjulang tegak berdiri,
Hidup serumpun bayu menyapa,
Rumpunan bambu hijau menawan,
Jasad pergi tinggalkan negeri,
Niat dihati menabur jasa,
Budi dikenang keakhir zaman.

Gerbang bambu hiasan di taman,
Tampak redup berbayang-bayang,
Teduhan mandi tuan puteri,
Jika bukan jasamu pahlawan,
Usahkan hidup bersenang-senang,
Hirup keamanan jauh sekali.

Lenggang lenggang si tari lenggang,
Tari menari sembah puteri,
Berkipas dayang kiri dan kanan,
Sayang sayang Malaysiaku sayang,
Negara aman berdaulat duli,
Dijulang namamu tinggi ke awan.


Bingung dayang menghibur puteri,
Diri merindu putera jiwa,
Hancur luluh hati gundah,
Pergi wira tidak berganti,
Mana bukti cinta setia,
Mata sedar minda dijajah.

Ketemu jua sang putera,
Melepas rindu kasih dan sayang,
Menguntum senyum bibir puteri,
Tiadakah lagi darah perwira,
Mana hilang semangat pejuang,
Membela bangsa memakmur pertiwi.

Tenang tenang hijau daunan,
Dua jiwa bersatu megah,
Kelak bahagia hati berdua,
Bebaskan jiwa duhai watan,
Jika minda terus dijajah,
Kelak tiada pemacu Negara.

Esok dan Kepastian

Tuesday, January 1, 2013



Bismillahhirrohmanirrohim....

Bergegas jiwa muda
merobek cebisan usia
melangkah dan terus melangkah
mencari jalan keluar dari gelita,
walau suluhannya tampak cerah 
di ufuk dunia,
tangganya masih beribu,
titiannya masih berbatu..
tiada yang lebih mudah dari kata kata,
lontarnya seperti racik kertas
yang tiada bernota,
kosong...

Yang jauh itu cabaran,
sabar sukar itu dugaan,
tiada bermilik kesenangan
dalam berpeluk tubuh kaku,
jangan diangan kemewahan,
jangan diimpi kebahagiaan,
jika diri masih lemah,
masih buntu dengan dunia,
masih lalai dinoda jiwa...

#FinalExamUMP #GoodLuck 

Mampukah Lagi Aku

Wednesday, November 21, 2012
















mampukah lagi aku
berdiam memeluk tubuh
melayan nafsu keasyikan dunia
sedangkan titisan luka sedang ghairah
membasuh bumi mereka,
aku bukan pejuang,
juga bukan pemerintah dunia,
sekadar manusia,
yang hiba takkala
jiwa muda dimamah sengsara,
anak anak kecil itu seakan
memahami tanah mereka diratah kekejaman manusia.

mampukah lagi aku,
menutup kupingan telinga,
memalsukan kebisingan dunia,
tidak,
coretan kata juga bisa menjadi nakhoda,
memasang keazaman dalam kebisuan,
meniup semangat dalam kebuntuan,

tidak ku mampu
menghala senjata, 
membedil setiap inci kezaliman
yang menghimpit dirimu saudara,
dari kejauhan mengutus doa
buat kesejahteraan saudara seagama.

Ya Allah
kerdil diri ini menunduk malu
memohon petunjuk dalam merentas masa hidup,
memohon kebaikan dalam merentas masa azab,
memohon kebahagiaan dunia akhirat,
tidak dilupa saudara dalam gundah,
yang mana bumi sedang ditimpa musibah,
yang mana bumi sedang diratah penjajah,
yang mana buminya sedang merah dicurah darah,
bantu mereka Ya Allah, sesungguhnya kami bersaudara.
fisabilillah~

Pinjamkan Aku Cinta

Saturday, October 13, 2012


Pinjamkan Aku Cinta

Menyusur gerimis pagi,
seakan tiada bernoktah lerainya,
terus menitik seakan membasuh luka,
mungkin menyuci dosa Semalam ,
mungkin juga sekadar menurut kitaran alam,
aku masih memerhati,
menjadi pemerhati yang setia,
mendamba rindu dari Dia.

Kini yakinlah aku,
Rintik itu tiada hentinya lagi,
Mengumpan pilu dibenak hati,
Benar benar mendesak tangis,
Layar ini seakan permainan
Yang menguji detikan cinta hati.

Pinjamkan aku cinta
Biarkan aku lena diulit kesyikan,
Telah jauh aku dipinggir keimanan,
Pinjamkan aku cinta,
Untuk aku melunas bahgia,
Pinjamkan aku cinta,
Cahaya hidayah Maha Esa,
Agar berlalu aku bersama rintik gerimis
Dalam keimanan.

Doa Buat Sahabat

Friday, September 14, 2012
















Doa Buat Sahabat

Lenggok bicara mengubat luka,
Hati tercalar dihiris kata,
Bukan pinta juga kemahuan,
Namun ketentuan mendahului kerelaan..

Sahabat
Lepaskan kemahuanmu,
Bebaskan jiwamu,
Biar bayangnya terbang
Dari benakmu,
Mungkin catatnya bukan kehendakmu,
Yang pasti,
Ia terbaik buatmu..

Mungkin juga matamu memilih dia,
Sedangkan matanya lebih memahami
Hati kecilmu,
Lebih mengerti dasar jiwamu,
Lebih mengenali lunak
Perasaanmu..

Sahabatku,
Cinta bukan segalanya,
Jika benar dia milikmu,
Pasti terikat hati berdua,
Sabarlah jiwa,
Sabarlah hati,
Sabarlah,
Kelak tiba masanya  jua..

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim,
Kau sentuhlah hati sahabatku,
Jauhkan dia dari kecewa,
Sesungguhnya luka masih berparut dihatinya,
Bebaskan jiwanya dari pasrah nan lalu..

Ranah Desa

Monday, July 2, 2012















Ranah Desa

Jauh di tinggal kebisingan kota,
pekikan kelajuan mati
ditelan kokokan ayam pagi,
bersahut sahut mendendang
kejantanan,
angkuh mendabik dada,
penggera siang hampir tiba..
perlahan merangkak mentari pagi
memancar kembali sinar semalam...
isi desa bersama menyahut mentari,
mesra berjabat tatkala bersua,
jika tiada gurau jenaka
senyum bibirnya tak pernah dilupa,

kata mereka
desa indah dengan ringan bibirnya,
tak lekang salamnya,
jika tidak di warung pagi
cukup sekadar
berselisih jalan...

kebun, dusun, sawah
mula menyambut tuannya..
hijau luas terbentang hamparan
pekerjaan desa,
damainya tak usah lagi dibicara
hanya jiwa mampu tafsirnya..
kelihatan renek renek usaha
membasahi wajah tua mereka,
kusam, namun masih gigih
semamgat tua mungkin,
demi keluarga..
atau mungkin
sekadar mengisi masa tua..

NoTa BaKaL ZaUj

Friday, June 1, 2012















Bismillahhirrohmanirrohim...

Buat dia bakal zaujah,
yang bakal halal buat aku selamanya,
sesungguhnya aku merinduimu,
walau tidak sedetik kuungkapkan,
dengan tulus aku mencintaimu,
biarpun wajahmu tidak penah
ku jadikan tatapan,
lunak suaramu bukan syarat buatku,
indah parasmu bukanlah ketetapan
pada mataku..,

Duhai bakal zaujah,
bersama kita menjaga titik pandangan,
jangan kau halakan pandangmu buatku,
sebelum aku berjabat walimu,
tidak ku angkat pandangku,
sebelum dirimu sepenuhnya milikku,
biarlah aku menerimamu
bersama tanggungan
dosa pahalamu...
taklikku janji buat mu..
akan ku kota seusai,
ciuman petama di dahimu...

Aku bakal zauj,
walau tidak setampan idamanmu,
tidak juga sesempurna kemahuanmu,
namun bukan penghalang buatku,
menjadi yang utuh bersamamu,
tegak berdiri di sampingmu,
manjadi nakhoda
layaran bersama....

Jika catatNya kau milikku,
akan setia aku menunggu,
tidak akan pernah,
aku jauhkan doaku,
sampai masanya berseru,
kau yang halal buatku....









LuKisAn AlAm

Monday, May 28, 2012














Disebalik tangisan unggas,
tersembunyi rahsia alam,
merangkak pergi hiruk pikuk kota,
beransur datang suara ketenangan,
bingkis rindu kampung halaman
sedikit terubat,
dek lagu alunan hutan,
suara alam itu seakan tahu,
sekilas dihati cinta buatnya
tidak pernah hilang...

Denai denai kecil melungsuri perjalanan,
membawa jiwa yang rindunya,
jarang jarang terubat,
tidak terusik hijaunya,
tidak tercemar jernihnya,
setiap zarah kebesaranNya masih di sana,
bertambah cinta ini dengan keagungan
dan kebesaranNya..

Deru itu membawa bayu,
melampias kesegaran,
membasuh rindu,
menanam keyakinan,
mengulit aku dengan nikmatnya...
sesungguhnya perjalanan ini
atas redhoNya,
buat aku menghargai setiap
ciptaanNya..

Tidak ternoktah gambaran alam,
lukisnya sempurna,
derunya,
unggasnya,
hijaunya,
flora dan faunanya,
Ya Allah, indah sungguh ciptaanmu...





PeRjAlAnAn RiNdU

Sunday, May 20, 2012

Berakit rakit ke Pulau Layang,
Singgah bermadah di muara hulu,
Jika diri menanggung sayang,
Hati di dalam mengusung rindu.

Pulau Layang jauh ke tengah,
Tempat bermandi 7 puteri,
Jika rindu mula menjengah,
Keluh kesah keruan di hati.

7 puteri cerita dikisah,
Berambut ikal diselit melati,
2 jiwa jauh terpisah,
hanya rindu pengubat diri.

Puteri bongsu bermuram durja,
Putera jiwa keluar berburu,
Adat cinta ada gelora,
Dipupuk kasih dibuai rindu.

-to be continue